Pertemanan | Friendship
info@pamitrantours.com
Tel : 0274520545 | Whatsapp : 08112637768

Dieng dan Potensi Wisatanya

Dieng dan Potensi Wisatanya

Dieng dan Potensi Wisatanya

Berbicara potensi wisata Indonesia tak akan ada habisnya. Berjuta pilihan obyek wisata tersedia di negeri kepulauan nan elok ini. Dari mulai wisata alam, kebudayaan dan keseniannya, sampai wisata belanja dan kuliner sangatlah beragam. Belum tuntas mengeksplorasi tujuan wisata terkenal seperti Bali, muncul destinasi wisata yang tak kalah indah di kepulauan Derawan Kalimantan Barat.

Alam Indonesia memang menyimpan potensi wisata tak terkalahkan. Begitu pula dengan jajaran pegunungannya seperti Dieng. Daratan tinggi Dieng yang terletak di Jawa Tengah tepatnya sekitar 30 kilometer dari arah kota Wonosobo. Dieng berada di perbatasan kabupaten Banjarnegara dan kabupaten Wonosobo.

Dieng dikelilingi oleh gunung-gunung seperti gunung Prau, gunung Sikunir dan gunung Pakuwaja. Gunung Prau terletak di ketinggian 2560 meter di atas permukaan laut. Sedangkan gunung Sikunir berada di ketinggian 2350 meter di atas permukaan laut. Gunung Pakuwaja memiliki ketinggian sekitar 2413 meter di atas permukaan laut.  Ketiganya berdiri tegak, menghampar dengan beragam potensi alam yang telah terkenal. Dataran tinggi Dieng menjadi salah satu tujuan wisata yang diminati terutama oleh para pencinta alam. Meski begitu, tak dipungkiri bila dikelola lebih baik Dieng bisa menjadi tujuan favorit selain Bromo, Semeru dan pegunungan lain di Jawa dan pulau-pulau luar.

Menurut cerita nama Dieng diambil dari bahasa Sansakerta “Di” yang artinya tempat tinggi. Sedangkan “Hyang” berarti tempat para dewa dewi. Adapula yang menyebutkan dari arti bahasa Jawa “ad” yaitu indah dan “aeng” artinya aneh. Konon Dieng sejak dahulu dikenal sebagai tempat dengan suasana penuh mistis namun tetap indah dan menantang untuk dikunjungi.

Wisata di daratan tinggi Dieng pun menarik untuk dijelajahi. Contohnya keberadaan candi-candi yang menjadi kompleks candi Dieng. Candi-candi kecil tersebut dinamakan sesuai dengan tokoh pewayangan Mahabarata yaitu Gatotkaca, Arjuna, Srikandi atau Bima. Ketika dulu daerah ini masih dihuni penduduk beragama Hindu, candi-candi ini dianggap sebagai tempat tinggal para pendeta mereka. Potensi wisata alam Dieng sangat beragam, dari mulai danau, telaga, kawah belerang, hamparan bukit, kebun tembakau juga serunya mengintip matahari terbit tenggelam di puncak.

Jika kamu mencari hal unik, ada fenomena seru yang berkaitan dengan kepercayaan masyarakat setempat pada rambut gimbal. Menurut masyarakat setempat, anak dengan rambut gimbal yang sering ditemukan disana adalah titisan dari nenek moyang. Bila dipotong kuatir mereka sakit-sakitan. Meski begitu masyarakat mensyukurinya karena dianggap sebagai anugerah. Uniknya anak-anak ini tidak langsung berambut gimbal ketika lahir. Rambut ini tumbuh ketika mereka berumur 1-2 tahun.

Perkembangan potensi wisata di daratan tinggi Dieng patut jadi perhatian semua pihak. Selain masyarakat dan pemerintah sekitar, para wisatawan juga turut menjaga kelestarian alamnya. Promosi, sarana dan prasarana umum, akses menuju Dieng yang dipermudah bisa membuat makin banyak wisatawan lokal dan mancanegara mengunjunginya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
About the Author

Leave a Reply

*

%d bloggers like this: